Tidak Selalu Menang Tiga Negara Besar Ini Ternyata Pernah Kalah Perang



Rusia, Amerika Serikat dan Inggris adalah tiga negara hebat yang ada di dunia. Dimana ketiga negara tersebut adalah pemenang dari kedua perang besar yang ada di dunia yakni Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Dimana Rusia dengan sukses menghentikan invansi Jerman saat Perang Dunia II. Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan nama Operasi Barbosa Jerman menyerang Rusia yang dulu bernama Uni Soviet. Namun karena musim dingin dan Rusia berhasil melakukan pembuatan persenjataan besar – besaran membuat Jerman harus kalah. Bahkan Rusia merangsek masuk berbalik arah menguasai Jerman.

Rusia juga berhasil mengalahkan Prancis saat dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Saat itu tanggal 24 Juni 1812 Prancis berupaya menginvansi Rusia yang dulu bernama Uni Soviet. Namun dengan metode bumi hangus dan memanfaatkan musim dingin akhirnya berhasil mengalah Prancis.

Pihak Inggris juga sukses mengalahkan Jerman pada Perang Dunia II  karena dari Juli 1940 sampai Oktober 1940 angakatan udaranya atau RAF berhasil melawan angkatan udara Jerman atau Luftwaffe. Dimana dalam duel dogfight ini dimenangkan oleh pihak Inggris. Padahal jumplah pesawat Inggris saat itu sangat sedikit yakni 704 melawan pesawat Jerman yang berjumplah 3500 pesawat.

Amerika Serikat juga negara hebat karena terbukti berhasil mengalahkan Jepang dalam Perang pasifik. Dimana secara perlahan setelah serangan pengeboman Pearl Harbor pada tanggal 7 Desember pihak Amerika Serikat mulai memerangi Jepang. Dengan pelan tapi pasti berhasil merebut Papua New Guinie, Filipina dan kawasan Indocina dari tangan Jepang. Namun dibalik semua itu ternyata baik Rusia, Inggris dan Amerika Serikat pernah pula mengalami kekalahan perang dari negara lain. Dimana Rusia kalah dari Jepang, Ingrris kalah dalam perebutan Terusan Suez dan Amerika Serikat kalah di Vietnam.

1. Perang Rusia Jepang

Perang Rusia Jepang via brittanica.com

Perang antara Rusia dan Jepang terjadi dari 10 Februari 1904 sampai 5 September 1905. Dimana dalam perang ini terjadi karena perebutan kota Porth Arthur dan Jazirah Liadong. Dimana dalam perang yang terjadi di Lautan Pasifik pihak Rusia dengan 38 kapal perang melawan 89 kapal perang Jepang. Akibatnya sebanya 21 kapal rusia tenggelan, tujuh kapal ditangkap dan lainnya melarikan diri. Kekalahan Rusia di laut Pasifik ini disebut dengan Tragedi Tsushima yang selalu dikenang dengan kekalahan Rusia atas Jepang.

Benteng pertahanan Rusia di Port Arthur juga berhasil digempur dan dikuasai oleh Jepang. Meskipun dalam peperangan ini pihak Jepang harus kehilangan 56.00 nyawa prajurit. Karena merasa bersalah atas kehilangan begitu banyak prajurit membuat jendral yang memimpin pasukan itu bunuh diri beberapa tahun kemudia. Nama jendral yang sekaligus dijadikan nama pahlawan nasional Jepang itu adalah Jendral Nogi Maresuki.

Di Mukden pihak Rusia berhasil dikalahkan oleh Jepang, meskipun Jepang harus mengorbankan prajuritnya sebanyak 15.000 nyawa.sedangkan Rusia mengorbankan 8.000 nyawa. Disimpulkan secara jumplah memang pihak Jepang banyak mengalami kerugian karena sebanyak 48.000 pasukannya tewas. Sedangkan pihak Rusia hanya 24.000 pasukan. Namun keadaan tetap sama yakni dimenangkan oleh Jepang.

Dampak dari kekalahan ini membuat kedudukan Tsar Nicholas II  semakin lemah dimata rakyat. Yang pada akhirnya kaum komunis menguasai keadaan karena mendapatkan simpati dari rakyat. Puncaknya pada tahun 1917 komunis melakukan revolusi yang menghapus monarki di Rusia. Dimana semua anggota keluarga Tsar Nicholas II  dibunuh dari Tsar sendiri sampai anak – anaknya.

2.Inggris kalah merebut Terusan Suez dari Mesir

Inggris kalah merebut Terusan Suez dari Mesir
Inggris kalah merebut Terusan Suez dari Mesir via medium.com

Sebelum Mesir merdeka pada tanggal 28 Februari 1922 negara ini dijajah oleh Inggris. Saat menjajah Mesir itulah pada tahun 1869 Inggris membuat Terusan Suez yang menghubungkan antara Laut Tengah dengan Laut Merah. Sehingga kapal – kapal tidak perlu untuk memutari benua Afrika, hal ini dapat menghemat waktu dan logistik tentunya.

Saat itu yang menjadi pemimpin proyek pembuatan Terusan Suez ini adalah arsitek dari Prancis Ferdinand de Lesseps. Dimana terusan ini menghabiskan banyak dana dan sumber daya manusia tentunya sehingga Inggris habis – habisan mengkalim kepemilikannya. Cara mengkalimnya adalah lewat penanaman saham dimana hal itu berjalan sampai pengakuan kemerdekaan Mesir.

Namun semua itu buyar saat Presiden Mesir Gamal Abdul Nasir menasionalisasi Teruan Suez pada tanggal 26 Juli 1956. Hal ini menyebabkan Inggris marah dan menyatakan perang dengan Mesir. Dimana Inggris dibantu oleh Inggris dan musuh abadi Mesir yakni Izrael. Hasilnya perang yang terjadi dari Oktober 1956 sampai Maret 1957 ini dimenangkan oleh Inggris. Dimana pihak Inggris hanya kehilangan 16 tentara sedangkan Mesir kehilangan 1.650 tentara.

Ternyata semua itu hanyalah taktik politik Presiden Gamal Abdul Nasir. Karena setelah perebutan Terusan Suez itu dia meminta bantuan Uni Soviet dan negara sosialis lainnya untuk mengalahkan Inggris. Hasilnya Uni Soviet mengancam akan mengebom kota – kota penting di Inggris, Prancis dan Izrael. Pihak Amerika Serikat yang merupakan sekutu Inggris hanya pasif karena negara Paman Sam itu juga tengah mengurusi pemberontakan komunis di Hongaria.

Akhirnya setelah Arab Saudi ikut turun tangan dengan cara melakukan embargo minyak ke Inggris. Pihak Inggris menyerah pasukannyapun kemudian angkat kaki dari Terusan Suez pada tanggal 22 Desember 1956. Karena merasa malu Perdana Menteri Inggris Sir Anthony Eden mengundurkan diri.

3. Kelahan Amerika Serikat di Vietnam

Kelahan Amerika Serikat di Vietnam
Kelahan Amerika Serikat di Vietnam via matamatapolitik.com

Setelah Perang Dunia II selesai dengan pihak Sekutu sebagai pemenang kemudian banyak negara yang dibagi dua. Setengah beraliran komunis setengah lagi beraliran Nasionalis. Seperti Jerman yang dibagi menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, Korea Selatan dan Korea Utara dan Vietnam Utara atau komunis dengan Vietnam Selatan atau nasionalis. Negara yang beraliran komunis adalah sekutu Rusia sedangkan yang beraliran nasionalis adalah sekutu Amerika Serikat.

Dimana Jerman kemudian bersatu dan bersekutu dengan Amerika Serikat, Korea Utara dan Korea Selatan tetap terbagi menjadi dua. Sedangkan kondisi di Vietnam berbeda karena Vietnam Utara berhasil mengalahkan Vietnam selatan.

Saat terjadi perang Vietnam inilah Amerika Serikat yang membantu Vietnam Selatan mengalami kekalahan telak. Saat itu perang Vietnam yang terjadi tahun 1955 sampai 1975 ini Amerika Serikat menerjunkan pasukan marinirnya secara langsung. Sehingga mereka berhadapan dengan pasukan Vietnam Utara secara langsung. Namun menghadapi strategi gerilya ini membuat pasukan Amerika Serikat sangat kewalahan. Maka tidak heran sebanyak 85.315 pasukan marinis Amerika Serikat tewas disana. Banyak versi soal penyebab kekalahan Amerika Serikat di Vietnam seperti karena terlalu banyak ikut campur tangan petinggi Amerika Serikat dalam pertempuran, jebakan Vietnam Utara yang mengerikan, senjata tentara AS yakni M-16 yang mudah macet dan menghabiskan biaya cukup banyak.

Sumber 

https://intisari.grid.id/read/0393054/perang-udara-di-langit-inggris-penentu-runtuhnya-kedigdayaan-nazi-di-daratan-eropa?page=all

https://id.wikipedia.org/wiki/Operasi_Barbarossa

https://id.rbth.com/sejarah/81218-fakta-kekalahan-telak-rusia-gyx

https://id.wikipedia.org/wiki/Terusan_Suez

https://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_Suez

5 Fakta Mengerikan Tentang Perang Vietnam yang Melegenda

https://tirto.id/112-tahun-lalu-rusia-pernah-takluk-lawan-jepang-cpqv

https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Vietnam

anehtapinyatadotnet

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

facebook comments:

Leave a Reply