Para Pemimpin Dunia Yang Diadili Oleh Pengadilan Perang Internasional



Pengadilan Perang Internasional didirikan dengan tujuan mengadili para penjahat perang tingkat internasional. Dimana pelakunya adalah para pemimpin dunia yang melakukan kejahatan perang seperti membunuh secara massal, memperkosa massal dan pengusiran massal terhadap suatu kelompok tertentu. Pengadilan Perang Internasional ini pertamakali didirikan untuk mengadili para penjahat perang yang terlibat dalam Perang Dunia II. 

Kemudian di kehidupan modern ini Pengadilan Perang Internasional tetap dijalankan. Mulai dari kejahatan perang yang dilakukan saat perang saudara di Bosnia tahun 1995 hingga pengadilan untuk Mantan Wakil Presiden Republik Demokratik Kongo Jean-Pierre Bemba Gombo yang diduga melakukan pembunuhan massal Oktober 2002- Maret 2003.

1.Pengadilan untuk Slobodan Milosevic

Pengadilan untuk Slobodan Milosevic via bbc.co.uk

Presiden Slobidan Milosevic lahir di Serbia tanggal 20 Agustus 1941 dimana masa kecilnya cukup suram. Karena ayahnya bunuh diri saat dia masih sekolah dasar begitu pula ibunya ditemukan gantung diri sepuluh tahun kemudian. tahun 1959  Presiden Slobidan Milosevic resmi bergabung dengan Partau Komunis dan mulai aktif disana hingga menjadi Presiden Serbia pada September 1987. 

Saat menjadi presiden banyak bahaya integrasi yang harus dihadapi oleh  Presiden Slobidan Milosevic seperti keinginan etnis muslim Bosnia  yang menginginkan lepas dari pemerintahan Serbia. Menghadapi tuntutan itu  Presiden Slobidan Milosevic menyikapi dengan keras yakni mengancam dengan kekerasan bahkan dengan pembantaian. 

Menghadapi hal itu muslim Bosnia melawan namun hal inilah digunakan pembenaran  Presiden Slobidan Milosevic untuk melakukan genosida kepada muslim Albania. Yang paling terkenal adalah Pembantaian Srebrenica oleh  militer Serbia pimpinan  Presiden Slobidan Milosevic. Dalam pembantian itu pada awalnya daerah Srebrenica daerah aman karena dijaga pasukan PBB sehingga banyak etnis muslim Bosnia yang mengungsi disana. Namun 400 pasukan PBB itu digempur militer Serbia sehingga mereka menyerah dan menyerahkan para etnis muslim Bosnia yang ada disana. Akibatnya tepat tanggal 13Juli 1995 militer Serbia membantai 8000 etnis muslim Bonia.

Atas pembantaian Srebrenica ini  Presiden Slobidan Milosevic selau pemimpin tertinggi militer Serbia dinyatakan sebagai penjahat perang. Diapun diadili di Den Haag pada tanggal 12 Februari 2002. Namun sayangnya masih dalam tahap pemeriksaan dia meninggal dunia di selnya pada 11 Maret 2006.

2.Pengadilan untuk penjahat Nazi

Pengadilan untuk penjahat Nazi
Pengadilan untuk penjahat Nazi via alifrafikhan.blogspot.com

Pengadilan perang ini menyidangkan para pemimpin Jerman yang terlibat dalam Perang Dunia II. Dengan hakim adalah pihak pemenang Perang Dunia II yakni Amerika Serikat, Inggris dan Prancis. Mereka dituduh melakukan kejahatan terhadap perdamaian, mengadakan agresi militer dan genosida terhadap rakyat sipil.

Seperti Wilhem Frick yang menjabat Menteri Dalam Negeri Jerman dihukum gantung karena mengesahkan aturan penyingkiran bangsa Yahudi di Jerman, Albert Sperr didakwa memimpin produksi

Persenjataan Jerman karena sebagai menteri persenjataan dan produksi peperangan kemudian dihukum 20 tahun. Hans Frank adalah Gubernur Jendral Polandia saat Polandia diduduki Jerman. Dia dieksekusi mati karena sebagai pemimpin pelaksanaan genosida terhadap bangsa Yahudi di Polandia. Di pengadilan yang berlangsung Oktober 1946 pimpinan Angkatan Udara Jerman atau Luftwaffe, Herman Goering melakukan bunuh diri sebelum persidangan. Dengan cara menelan pil sianida yang dia selundupkan di penjara.

3.Pengadilan perang untuk penjahat perang Jepang saat Perang Dunia II

Pengadilan perang untuk penjahat perang Jepang saat Perang Dunia II
Pengadilan perang untuk penjahat perang Jepang saat Perang Dunia II via okezone.com

Pengadilan Militer Timur Jauh adalah pengadilan internasional yang didirikan untuk menghakimi pelaku penjahat Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik yakni penjajah Jepang. pengadilan yang diberlakukan tanggal 3 Mei 1946 ini mengadili para pejabat di Kerajaan Jepang. Namun Kaisar Jepang Hirohito tidak diadili karena dijadikan Amerika Serikat sebagai pemimpin di wilayah Asia untuk membendung pengaruh komunis di Asia.

Jumplah yang dihukum mati dalam pengadilan itu adalah 900 orang dan sisanya hukuman seumur hidup. Seperti Jendral Akira Muto yang dihukum gantung karena memimpin eksekusi rakyat sipil saat invansi ke Cina, Jendral Masaharu Homma yang menjadi pimpinan saat terjadi peristiwa Bataan Death March yang menewaskan 18.000 tawanan perang Amerika Serikat karena harus long march sejauh 112,0 km disertai siksaan di jalan atas tindakannya dia dihukum gantung dan yang paling populer adalah putusan mati untuk Perdana Menteri Tojo karena menyerang negara – negara di kawasan Asia Pasifik tanpa alasan. Sebelum disidangkan Perdana Menteri Hideki Tojo melakukan upaya bunuh diri namu gagal.

4.Panglima Perang Thomas Lubanga 

Panglima Perang Thomas Lubanga
Panglima Perang Thomas Lubanga via voaindonesia.com

Dia adalah salah satu panglima perang yang ada di Kongo. Dia memimpin milis Uni Patriot Kongo yang terkenal dengan kekejamannya. Dia merekrut anak – anak dibawah umur untuk dijadikan tentaranya. Peristiwa yang terjadi dari 2002 hingga 2003 itu dikutuk dunia karena melanggar Konvensi Janewa yang melarang anak – anak dijadikan tentara. Dia menggunakan para tentara anak – anak untuk Menguasai tanah dan sumber daya alam di dalamnya seperti emas. Kondisi itu memburuk sehingga melibatkan suku – suku lain sehingga yang terjadi adalah perang antar suku. Perang antar suku ini mengakibatkan 50.000 orang tewas dan lainnya kehilangan tempat tinggal. 

Setelah Pasukan Prancis turun tangan d Kongo akhirnua Panglima Perang Thomas Lubanga ditangkap. Atas tindakannya yang merekrut anak dibawah umur untuk menjadi prajurit dan mengakibatkan genosida masal ini oleh Pengadilan Perang Internaional atau ICC 

Panglima Perang Thomas Lubanga dituntut hukuman 30 tahun. Namun oleh pengadilan internasional itu dia dihukum 14 tahun penjara. Putusan itu berlaku mulai Juli 2012 hingga sekarang.

5.Perdana Menteri Rwanda Jean Kambada yang membiarkan perang saudara

Perdana Menteri Rwanda Jean Kambada
Perdana Menteri Rwanda Jean Kambada via icon12past.blogspot.com

Pada tahun 1994 terjadi pembantaian 800.000 Suku Tutsi dan Suku Hutu yang moderat oleh kaum garis keras Suku Hutu. Pembantaian ini terjadi setelah Presiden Rwanda Juvenal Habyarimana tewas tertembak saat di pesawat terbang. Presiden ini tidak disukai oleh pengikut garis keras Suku Hutu. Karena dia membuat kebijakan semua etnis dan suku di Rwanda hendak membuat kebijakan semuanya mendapatkan posisi di pemerintahan yang sama. Hal ini membuat kelompok eksterimis Suku Hutu tidak setuju akhirnya mereka membunuh Presiden Juvemal Habyarimana.

Setelah Presiden Juvemal Habyarimana tewas dalam beberapa jam di Rwanda terjadi pembantaian secara sistematis kepada Suku Tutsi dan Suku Hutu. Pelakunya adalah polisi, tentara dan kelompok garis keras Hutu. Namun dunia seakan menutup mata akan hal ini karena Rwanda sendiri tidak mempunyai arti penting strategi internasional bagi negara – negara lain.

Dalam Genosida ini Perdana Menteri Jean Kambanda dianggap bersalah karena bersikap pasif. Saat di sidang Pengadilan Internasional untuk Rwanda tahun 1994 secara jujur dia mengakui kesalahannya. Karena memberikan daftar orang – orang Suku Hutu dan bersikap pasif dengan tidak memberikan kebijakan antisipasi agar genosida itu bisa ditanggulangi. Dia dihukum seumur hidup kemudian dipenjara di Mali. 

6.Presiden Liberia Charles Taylor

Presiden Liberia Charles Taylor

Presiden Liberia Charles Taylor via voaindonesia.com

Dia adalah presiden ke 22 Liberia yang menjabat mulai dari 2 Agustus 1997 hingga 11 Agustus 2003. Sebelum menjadi presiden di Liberia dia adalah tangan kanan Presiden Liberi Samuel K. Doe yang mempunyai jabatan sebagai Kepala Pengelolaan Belanja Nasional. Namun dia melakukan korupsi dan melarikan diri dari liberia. Kemudian mendirikan pasukan gerilya pemberontakan yang dibantu Presiden libya Moammr Khadafi. Kemudian dia menciptakan perang saudara di Libya dengan mengorbankan sentimen antar suku. Akibat perang saudara yang dia buat ini terjadi perang antar suku yang menewaskan 250.000 nyawa. Tidak lama berselang Presiden Liberi Samuel K. Doe

Dikudeta pemberontak lainnya. Setelah itu Charles Taylor mencalonkan diri dalam Pilpres Liberia pada tahun 1996. 

Setelah terpilih sebagai presiden dia memecat 2.600 PNS, tentara dan polisi yang merupakan anak buah Presiden Samuel K. Doe. Selama menjadi presiden di Liberia dia membuat kekacauan sipil di Negara Sierra Leon. Tujuannya yakni agar dapat membeli berlian di negara itu dengan menukar senjata kepada pemberontak. 

Karena mengacaukan Negara Sierra Leon inilah dia menjadi buronan dunia. Hingga negaranya kacau balau diapun melarikan diri ke Ghana. Namun saat kembali ke Liberia untuk mengundurkan diri dari tampuk kepresidenan dia ditangkap Pasukan PBB. Pada tanggal 3 April 2006 dia disidang di Pengadilan Kejahatan Internasional di Dem Haag. Akhirnya setelah dilakukan berbagai penuntutan dia diputus bersalah 50 tahun atas dasar membuat kerusuhan sipil di Negara Sierra Leon. Serbia Jepang Absentia

-Proses Nurnberg wikipedia

-akira muto wikipedia

-wikipedia bataan deadth march

-wikipedia  Presiden Slobidan Milosevic

-wikipedia Pembantaian srebrenica

-tirto thomas lubanga penjjahat perang diera konflik panas kongoi

-wikiedia genosida rwanda

-wikipedia Jean kambanda_

-tempo menyelamatkan kawan lama 

-kompasiana. Presiden dipenjara karen kejahatan di negara lain

anehtapinyatadotnet

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

facebook comments:

Leave a Reply