Misteri Menyeramkan Tentang Segitiga Bennington



Segitiga Bermuda merupakan sebuah tempat paling misterius dan terkenal didunia. Di Segitiga Bermuda banyak kejadian-kejadian aneh dan belum bisa dipecahkan penyebab sebenarnya. Ternyata wilayah yang terkenal ini memiliki saudara yang ukurannya lebih kecil dan letaknya jauh ke arah utara, dengan berpusat pada Gunung Glastenbury di bagian barat daya Vermont. Dan wilayah ini bernama Segitiga Bennington.

Segitiga Bennington mempunyai sejarah sebelum penjajah Amerika Utara. Lalu juga menginspirasi sejumlah buku dan film serta laporan-laporan tentang adanya Bigfoot, UFO serta Portal Interdimensional. Kebenaran soal Segitiga Bennington ini masih belum diketahui secara jelas dan menyisakan tanda tanya. Tempat ini juga secara misterius telah menelan hingga 40 orang yang terdiri dari para pejalan kaki dan penduduk yang pemberani. Dan berikut adalah misteri-misteri serta hal-hal menyeramkan terkait Segitiga Bennington.

Adanya Peringatan Dari Amerindian

Credit palingseru.com
Didalam bukunya yang dirilis tahun 1996, Joseph A. Citro menulis, Passing Strange: Dongeng Sejati dari New England. Dimana para penduduk asli dari Amerika enggan dan menola untuk menginjakan kaki mereka di Gunung Glastenbury kecuali mereka menguburkan mayat mereka. Para penduduk asli Amerika ini percaya bahwa seluruh gunung adalah tanah yang terkutuk karena adanya pertemuan ‘empat angin’ didalam perjuangan yang abadi. Meski sebagian percaya bahwa hal itu hanyalah sebuah mitos belaka. Tapi nyatanya adalah bahwa angin di Gunung Glastenbury sangat tidak teratur yang berimbas pada kondisi cuaca yang berubah secara tiba-tiba dan juga tanaman akan tumbuh pada sudut yang tidak teratur.

Ada mitos lain yang mengaitkan hal ini dengan penduduk asli Vermont yaitu mereka percaya bahwa batu ajaib di antara batu-batu dipuncak gunung bisa menelan manusia. Dilansir Davy Russel di X-Project Paranormal Magazinea ada seseorang yang berdiri di atas batu untuk memeriksa area tertinggi dan secara tiba-tiba ditelan secara utuh dan orang itu tidak pernah terdengar lagi. 

Sebuah Kota Hantu

Kota Hantu Glastenbury Credit Brilio.net
Rupanya Glastenbury telah ditetapkan sebagai kota hantu. Ditahun 1761, Benning Wentworth menggambar batas-batas kota di peta tanpa pernah berjalan disana. Wilayah ini ternyata juga memiliki sebuah medan yang sangat kasar dan musim tanam yang singkat. Oleh karena itu penjajahan merupakan sesuatu yang sangat sulit sampai ke abad 19. Secara teknik, ada dua kota, yaitu Fayville dan South Glastenbury yang berada di kedua sisi gunung, tetapi kedua kota itu tidak pernah terhubung karena kemiringan yang mustahil memisahkan mereka. Glastenbury diciptakan untuk pertama kalinya sebagai sebuah kota hutan dan pertambangan. Para pekerja terpaksa menebang kayu dan mengekstraksi batu bara. Kayu dan batu bara lantas dikirim ke aliran Bolles yang meluap didekat kota dantenggelam di Gunung. Kedua industri ini menggunakan sumber daya yang terbatas dan cepat mengering.

Pada tahun 1894, sebuah upaya terakhir yang dilakukan untuk menghidupkan kembali Kota Glastenbury adalah dengan mengubahnya menjadi hotspot wisata. Bangunan-bangunan sederhana kota telah disulap menjadi hotel dan kasino. Namun, sayangnya karena penebangan ekstrem dimasa lalu membuat gunung sering mengalami erosi tanah. Lalu di tahun 1897, banjir besar menghancurkan banyak jalur kereta api yang menuju ke Glastenbury. Dan setelah itu tidak ada lagi upaya yang dilakukan untuk menemukan kota kembali. Orang-orang pun mulai meninggalkan daerah itu kota dan populasi kota menurun dengan cepat.  Kemudian Keluarga Mattinson pada tahun 1930 membentuk seluruh kota dan menghidupkan semua fungsi yang tersedia disana. Dan pada tahun 1937, kota ini secara resmi tidak terhubung. Pada saat sensus ditahun 2010, hanya ada delapan orang yang tinggal disana. 

Adanya Kejadian Aneh Pada Abad Ke-19

kemunculan Bigfoot atau Sasquatch
Penampakan Bigfoot Credit viva.co.id
Laporan muncul lampu aneh dilangit, suara misterius serta bau aneh yang berasal dari Gunung. Dengan adanya laporan-laporan ini ditambah dengan banyak kehilangan yang aneh telah memunculkan spekulasi bahwa UFO dibaliknya. Namun, ada sebuah laporan yang paling aneh adalah tentang kemunculan monster Bennington. Dan laporan ini yang menjadi awal dari kemunculan Bigfoot atau Sasquatch. Monster tersebut digambarkan memiliki tinggi lebih dari 1,8 meter atau sekitar 6 kaki dengan sekujur tubuhnya dipenuhi dengan rambut. Penampakan pertama dari monster ini dilaporkan di awal abad ke-19. Monster itu rupanya rajin berlari dijalanan yang rusak dan juga telah menjatuhkan kereta kuda ke samping dan terbang ke kegelapan. Untungnya dari peristiwa itu tidak terdapat korban luka atau meninggal.
Tahun 1967, monster yang kurang menyenangkan mulai muncul di Gunung. Pria liar dari Glastenbury yang tinggal di sebuah gua dekat dengan Somerset. Menurut sumber, dia akan turun ke Glastenbury dan koloni Segitiga Bennington hanya untuk melecehkan wanita. Dia melakukannya dengan membuka mantel usangnya dan memperlihatkan tubuhnya yang telanjang dan mengacungkan pistol yang digunakan untuk menakuti siapapun yang hendak menghentikannya.

Disegitiga Bennington, ada juga sebuah peristiwa aneh yang jika dibandingkan dengan manusia kera besar atau senjata nudis akan menjadi kurang fantastis. Jadi, Konversi ke kota wisata rupanya sangat sulit bagi mereka para penebang pohon serta penambang dari Glastenbury dan Fayville. Kemudian di tahun 1892, seorang pekerja penggergajian kayu bernama Henry McDowell telah memukul rekannya menggunakan sebuah batu setelah dia mendengar suara-suara aneh yang menyuruhnya untuk melakukannya. Selang lima tahun setelah pembunuhan terjadi, seseorang yang aneh menyusul. John Harbor adalah seorang warga negara terkemuka Woodford yang pergi ke Bickford Hollow, yang letaknya tepat di Selatan Glastenbury untuk berburu. Dia kemudian ditembak mati oleh orang asing, tetapi saat jasadnya ditemukan, senjata yang digunakan untuk membunuhnya ditemukan tepat disebelahnya dengan terisi penuh. Orang-orang menyelidiki kematiannya pun merasa heran. Dan kasus kematian ini terus menjadi misteri yang sepertinya tidak terpecahkan.

Kasus Kehilangan

Paula Welden yang merupakan seorang siswa berusia 18 tahun yang baru saja memulai hiking dan menemukan gunung pada tahun 1946. Welden terlihat sedang dalam perjalanan oleh beberapa orang, termasuk seorang pengendara yang menawarinya tumpangan dan pejalan kaki yang memberi peringatan bahwa pakaiannya tidak cukup hangat untuk pergi hiking ke pegunungan. Jubah merah Welden membuatnya mudah dikenali. Namun, para pencari dibuat bingung karena tidak menemukan jejak dari pakaian yang berwarna cerah.  Dan Welden tidak pernah ditemukan. Paula Welden Credit Historicmysteries.com

Misteri Segitiga Bennington yang paling misterius dan tidak terpecahkan adalah kasus kehilangan yang merusak kawasan itu dari tahun 1945 sampai 1950. Selama lima tahun, beberapa orang telah dilaporkan menghilang di Gunung Glastenbury dan sekitarannya. Korban pertama yaitu seorang pria berusia 75 tahun bernama Middie Rivers, yang menjabat sebagai Pemandu Gunung. Dia memimpin kelompok untuk kembali ke kamp mereka pada bulan November 1945. Ketika dia mengambil alih dalam waktu yang singkat dia menghilang. Dia tidak mungkin tersesat karena pengalamannya tentang navigasi gunung.  Tapi, dia menghilang dan tidak pernah terlihat lagi.
Selanjutnya ada Paula Welden yang merupakan seorang siswa berusia 18 tahun yang baru saja memulai hiking dan menemukan gunung pada tahun 1946. Welden terlihat sedang dalam perjalanan oleh beberapa orang, termasuk seorang pengendara yang menawarinya tumpangan dan pejalan kaki yang memberi peringatan bahwa pakaiannya tidak cukup hangat untuk pergi hiking ke pegunungan. Jubah merah Welden membuatnya mudah dikenali. Namun, para pencari dibuat bingung karena tidak menemukan jejak dari pakaian yang berwarna cerah.  Dan Welden tidak pernah ditemukan.

Kemudian pada tahun 1949, tiga orang pemburu dilaporkan menghilang di Gunung. Ditahun yang sama, James E. Teford menghilang selama perjalanannya menggunakan bus diantara St. Albans dan Kota Bennington. Pada tahun 1950, Paul Jepson yang berusia 8 tahun juga menghilang dari rumahnya di Bennington. Anjing-anjing polisi berhasil mendapatkan kembali baunya hingga ke jalan, tetapi tidak lebih jauh. Seolah kebetulan, dia mengenakan jaket merah yang mirip dengan milik Paula Welden. Lalu ada juga kasus menghilangnya Frieda Lander. Dia menghilang saat mendaki dengan sepupu dan teman-temannya. pakaiannya basah saat mendaki dan dia kembali ke perkemahan untuk berganti pakaiannya. Ketika kelompok menyadari bahwa Lander tidak pernah kembali ke perkemahan. Dilakukanlah pencarian besar-besaran. Relawan, Polisi, Pemadam Kebakaran dan juga Militer berkumpul untuk mencari Lander. Namun, sayangnya Lander tidak pernah ditemukan.

Referensi

Inside The Unsolved Disappearances Of The Bennington Triangle

anehtapinyatadotnet

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

facebook comments:

Leave a Reply