Long March yang Mematikan



Long March adalah perjalanan jauh yang dilakukan suatu kelompok dengan jarak tempuh sangat jauh yakni mencapai sampai ratusan kilometer. Dengan jarak yang cukup jauh, serangan musuh atau faktor alam yang ekstrem seringkali membuat para anggota kelompok ini mengalami kematian. Di dunia tercatat banyak long march yang dilakukan oleh kelompok tertentu dan banyak para anggotanya yang mengalami kematian. Sangat mengerikan tentunya bukan pembaca anehdunia ? Tentu pembaca anehnyadunia penasaran kejadian ini pernah terjadi dimana saja bukan ? Oke khusus untuk pembaca anehnyadunia akan disajikan disini peristiwa long march dimana saja yang pernah terjadi dan menimbulkan banyak kematian.

1.Bataan Death March

Bataan Death March via warhistoryline.com

Pada saat terjadi Perang Dunia II di Front Asia pihak Jepang sebagai penyerang. Di awal peperangan tepatnya tahun 1942 pihak Jepang mengirim ribuan pasukannya untuk menguasai Filipina. Sebab Filipina dianggap wilayah strategis untuk bisa mengontrol Papua New Gunie, Singapura, Hindia Belanda dan Australia.

Dalam serangan pertama pihak Jepang melakukan bombardir kekuasaan Sekutu yang berpusat di Pulau Bataan selama tiga hari penuh. Membuat kota itu bagaikan neraka dunia, Kemudian pihak Jepang melakukan serangan terhadap kota ini. Akhirnya setelah tiga bulan pertempuran atas berbagai pertimbangan, diantaranya khawatir bila pasukannya akan kalah dan dibantai akhirnya Jendral Jonathan Wainwright yang merupakan pimpinan tertinggi Sekutu di Filipina menyerah.

 Oleh Jepang para tentara Jepang para pasukan Sekutu ini disuruh long march dari Bataan ke kamp tahanan O`Donnel dengan cara jalan kaki dan tanpa perbekalan sama sekali, Dengan jarak tempuh sekitar 131 km. Mereka kelaparan karena hanya diberi porsi makan satu hari hanya satu kali, itupun berjumplah sangat sedikit. Sehingga tidak heran banyak yang tewas dijalan karena harus berjalan enam hari.

Bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran seperti memberi makanan kepada tahanan lain, istirahat atau membawa bekal maka langsung dieksekusi oleh Jepang. Cara eksekusi dilakukan dengan ditusuk bayonet, dipedang atau ditembak ditempat. Hal ini dilakukan oleh Jepang karena mereka beranggapan bahwa menyerah adalah tindakan terhina bagi seorang prajurit. Hal ini diceritakan oleh Letkol William E Dyess prajurit yang selamat dalam tragedi long march tersebut.

Bahkan diceritakan pula para tahanan hanya diijinkan minum air di bekas kubangan kerbau. Bagi yang terlihat tidak kuat kemudian sempoyongan jatuh maka akan dieksekusi. Bahkan diceritakan pula seorang tawanan yang terkena malaria ditusuk bayonet karena sakit yang dideritanya.

Dalam peristiwa long march tersebut total pasukan Sekutu yang menyerah adalah 15.000 tentara AS dan 60.000 tentara Filipina. Yang mengerikan adalah jumplah pasukan Sekutu yang tewas saat long march itu adalah 18.000 nyawa. sehingga tidak heran di pengadilan penjahat perang para jendral Jepang yang terlibat dengan peristiwa itu dihukum mati.

2.Long march pasukan komunis Cina

Long march pasukan komunis Cina
Long march pasukan komunis Cina via dwnews.com

Dulu di Cina pada tahun 1924 terdapat dua partai yang saling berperang yakni Komunis yang dipimpin oleh Mao Zedong dan partai nasionalis yang dipimpin Chiang Kai Sek. Dalam pertarungan ini pada awalnya dimenangkan oleh partai nasional dibuktikan dengan pembunuhan massal pengikut kaum komunis di Kota Shanghai.

Menyadari keadaan ini kemudian Mao Zedong mengajak para pengikutnya untuk mengundurkan diri ke wilayah Yanan dengan cara long march. Dipilih daerah ini karena dianggap tidak mudah dijangkau oleh kaum nasionalis. Perpindahan ini dilakukan dari tahun 1934 – 1936. Perjalanan ini ditempuh sejauh 9.600 kilometer yang memakan waktu 368 hari. Jumplah pasukan ini yakni 86 ribu prajurit, 15 ribu personil dan 35 perempuan. Dimana kebutuhan pokok dan senjata diangkut menggunakan grobak kuda.

Perjalanan ini sangat berat karena mendapat banyak serangan udara dan serangan dari pasukan nasionalis. Bahkan dalam sebuah serangan oleh pasukan nasional yang sangat fatal membuat sekitar 50 ribu pasukan komunis tewas. Kemudian Mao Zedong merubah strategi dengan cara memecah pasukannya menjadi kecil dengan rute berbeda sehingga kaum nasionalis terkecoh.

Kombinasi dari serangan musuh yakni pihak pasukan nasionalis dan kelaparan membuat pasukan komunis ini yang semula 10 ribu pasukan hanya menjadi 4 ribu pasukan saja. Jadi selama perjalanan tersebut membawa kematian hingga 6 ribu pasukan. Namun inilah awal dari kedigdayaan pasukan komunis. Karena dari Provinsi Yunan inilah dengan perlahan pasukan komunis mengalahkan pasukan nasionalis.

3.Long march kematian kamp konsentrasi 

Long march kematian kamp konsentrasi
Long march kematian kamp konsentrasi via intisari.grid.id

Peristiwa ini terjadi saat menjelang akhir Perang Dunia II, dimana para tahanan di kamp konsentrasi yang didirikan Jerman dipindah ke kamp konsentrasi lainnya. Mereka yang terdiri dari kaum yahudi, tahanan politik dan kaum homoseksual ini dipaksa pindah ke kamp konsentrasi lainnya. Setelah berjalan puluhan kilometer mereka tiba di stasiun kemudian diberangkatkan ke kam konsentrasi lainnya. dimana perpindahan ini dilakukan karena saat itu tentara Soviet sudah mendekati wilayah Jerman. sehingga Nazi perlu menghancurkan barang bukti kamp konsenstrasi yang mengerikan itu. sekaligus memindahkan para tawanan ke tempat yang jauh dari tentara Rusia agar mereka tidak dibebaskan dan melakukan balas dendam.

Perjalanan ke stasiun cukup mengerikan karena saat itu musim salju. Belum lagi ketika di kereta mereka tidak diberi makanan sedikitpun dan kereta terbuka tanpa ada penutup. Dari stasiun kemudian berjalan ke kamp konsentrasi cukup mengerikan juga. Karena bila tertinggal jauh dibelakang maka resikonya adalah ditembak mati oleh penjaga.

Paling mengerikan saat pasukan Soviet sudah mendekati kamp konsentrasi yang berada di Polandia. Dimana tahanan di kamps konsentrasi tersebut dipindahkan ke kamp konsentrasi lainnya yang berjarak 56 km. Tercatat tahanan yang diberangkatkan sejumplah 60.000 tahanan dan sekitar 15.000 tahanan meninggal dunia dalam perjalanan ini.

4. Berawal dari tarian hantu 

Berawal dari tarian hantu
Berawal dari tarian hantu via tirto.id

Setelah koloni Amerika menduduki tanah Amerika mereka mendesak secara perlahan suku Indian yang berada di Amerika. kemudian mereka menggunakan cara membunuh banyak byson sehingga membuat suku – suku Indian disana mengalami kelaparan hebat, sebab byson adalah makanan utama dari suku Indian yang nomaden saat itu.

kemudian munculah desas – desus dari suku Indian Hunkpapa bernama  yang berkata bahwa akan ada seseorang bernama Wovoka. dimana Wovoka ini akan membawa perubahan besar bagi semua suku Indian di Amerika. dimana kemunculannya akan mmembuat tanah menjadi subur, mengembalikan populasi byson sudah hampir punah serta akan melakukan perlawanan mengusir koloni Amerika yang sudah menjajah suku Indian. 

Untuk memanggil Wovoka inilah harus melakukan ritual tarian yang disebut dengan tarian hantu. dimana bentuk tarian ini mirip tarian perang karena dilakukan dengan diam, lambat dan diselingi dengan iringan drum. sehingga koloni Amerika mengganggap ini adalah tarian perang yang bertujuan akan menyerang mereka. sehingga mereka mengamankan kepala suku setempat yang bernama Sitting Bull. namun saat mengamankan kepala suku ini terjadilah ketegangan yang membuat perang kecil sehingga Sitting Bull tewas tertembak di dada dan kepala.

Kematian Sitting Bull pada tanggal 15 Desember 1890 di usia 58 tahun ini membuat suku Indian Hunkpapa ketakutan. sebab mereka tahu pasti koloni Amerika akan memanfaatkan hal ini untuk membantai mereka. akhirnya diputuskan untuk perjalanan jauh ke suku Indian Miniconjou yang dipimpin oleh Spotted Elk di Cheyenne River Indian. sekaligus kepala suku ini satu – satunya kepala suku yang ditakuti oleh koloni Amerika saat itu. Akhirnya suku Indian Hunkpapa yang hanya tersisa 38 orang ini melakukan long march namun inilah awal dari pembantaian mereka.

Pada tanggal 28 Desember 1890 rombongan ini diberhentikan oleh koloni Amerika pimpinan James W. Forsyth yang kemudian menggiring mereka ke daerah Sungai Wounded Knee dan menyuruh mereka untuk mendirikan perkemahan. dimana mereka disana dikumpulkan dengan beberapa rombongan suku Indian lainnya yang berjumplah sekitar 300 orang. 

posisi ini ternyata dikepung oleh empat senapan berat yang mampu memuntahkan ratusan peluru secara otomatis. kemudian siang harinya para koloni menyuruh agar para suku Indian yang sudah dikumpukan di Sungai Wounded Knee itu untuk menyerahkan senjata. beberapa dari mereka ada yang mengikuti peraturan itu. namun ada beberapa yang tidak berkenan malah dengan alasan menjaga diri. bahkan ada diantara mereka yang kemudian menarikan tarian hantu. dari semua kondisi inilah memicu kesalahpahaman dari koloni Amerika. 

sehingga merekapun melakukan solusi akhir yakni pembantaian suku Indian yang berada di daerah Sungai Wounded Knee. sangat mudah dilakukan karena mereka menggunakan senapan mesin yang disertai roda sehingga melumat semua suku Indian disana. sehingga suku Indian yang ada disana tewas baik anak – anak, Perempuan dewasa dan tua – muda. hanya tersisa 50 orang itupun dalam kondisi luka berat.

Dari pihak koloni Amerika yang tewas sejumplah 25 orang dan 40 terluka. dimana kondisi mereka karena terkena muntahan peluru dari senapan mesin yang ditembakkan secara brutal ke suku Indian. pembantaian di sungai Wounded Knee ini pertempuran terakhirantara suku Indian dengan kolonial Amerika. dimana setelah 100 tahun kejadian pembantaian itu Kongres Amerika Serikat mengakui kesalahan tersebut dan mengucapkan penyesalahan mendalam.

Sumber : https://historia.id/militer/articles/dari-bataan-menuju-kematian-v5aov

Sumber : https://news.okezone.com/read/2016/10/16/18/1516023/historipedia-long-march-9-000-kilometer-partai-komunis-china-dimulai?page=3

https://id.wikipedia.org/wiki/Holokaus

https://tirto.id/tarian-hantu-pemicu-pembantaian-wounded-knee-c2AZ

anehtapinyatadotnet

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

facebook comments:

Leave a Reply