4 Hal Mengerikan yang Pernah Dilakukan Pembunuh Berantai Kepada Mayat Korbannya



Bagi para pembunuh berantai, membunuh saja kadang kala dianggap belum cukup. Saat korbannya sudah meninggal, ia tetap merasa belum puas dan kemudian bertindak lebih jauh terhadap mayat korbannya tersebut. Berikut ini adalah 4 hal menakutkan yang pernah dilakukan oleh pembunuh berantai terhadap mayat para korbannya.

1. Dijadikan Makanan Aligator 

Joe Ball Manusia Aligator via justcriminals.info

Joe Ball adalah pembunuh berantai asal Texas, AS, yang juga dikenal dengan julukan lain “Manusia Aligator”. Julukan itu sendiri diberikan karena ia memiliki beberapa ekor aligator peliharaan dan menggunakan mereka untuk menghilangkan jejak mayat korbannya.

Kisah horor mengenai Joe bermula ketika ia membuka kedai minum. Supaya kedainya ramai, Joe pun kerap menyajikan pertunjukan adu ayam di kedainya. Namun adu ayam saja ternyata belum cukup. Supaya penonton merasa lebih terhibur, Joe memutuskan untuk menangkap beberapa ekor aligator dan menempatkan mereka dalam kolam beton.

Selain aligator, Joe juga menangkap aneka macam hewan liar seperti musang, anjing, hingga kucing. Untuk menghibur pengunjung kedai, ia akan melemparkan hewan-hewan tadi ke kolam aligator sehingga pengunjung kedai merasa terhibur saat melihat aligator tadi melahap mangsanya.

Sifat sadis yang dimiliki oleh Joe ternyata bukan hanya ia tunjukkan kepada hewan, tetapi juga kepada manusia. Ia akan menculik wanita di daerah tempatnya tinggal dan kemudian membunuh mereka. Selain membunuh sembarang wanita yang bisa diculiknya, Joe juga melakukannya kepada pelayan kedai dan bahkan istrinya sendiri.

Saat laporan mengenai orang-orang hilang di daerah tempat Joe tinggal semakin banyak, polisi pun memutuskan untuk melakukan penyelidikan kepada Joe pada tahun 1938. Kelanjutannya sungguh tidak terduga. Saat polisi hendak menginterogasi Joe, Joe langsung mengambil pistol dan menembak dirinya sendiri.

Polisi yang terkejut kemudian melakukan penggeledahan ke rumah Joe. Di dalamnya, mereka menemukan kolam berisi aligator dan beberapa potong daging yang sudah membusuk. Polisi juga menemukan kapak yang sudah berlumuran darah dan rambut manusia. Diperkirakan ada sekitar 20 wanita yang menjadi korban pembunuhan oleh Joe. 

Berdasarkan penemuan tersebut, polisi lantas menyimpulkan kalau Joe melakukan mutilasi pada korbannya dan melemparkan potongan tubuh korbannya ke dalam kolam berisi aligator. Namun ada juga yang berteori kalau Joe memang melakukan pembunuhan, namun ia tidak membuang daging korbannya ke dalam kolam karena daging yang ditemukan di kolam bukanlah daging manusia.

2. Dijadikan Makanan Manusia

Gary Heidnik
Gary Heidnik via allthatsinteristing.com

Gary Heidnik bisa dibilang sebagai salah satu pembunuh berantai tersadis yang pernah ada. Sepanjang tahun 1986 hingga 1987, Gary menculik 6 orang wanita dan kemudian menyekap mereka di ruang bawah tanahnya di Philadelphia, AS.

Mantan petugas FBI John Douglas tidak bisa menyembunyikan rasa ngerinya saat harus mendeskripsikan Gary. Menurut penjelasannya, para korban yang sudah diculik kemudian akan dimasukkan dalam kubangan hingga badan mereka terendam. Sesudah itu, ia akan menyiksa korbannya dengan cara menytrum mereka memakai kabel listrik.

Kegilaan Gary masih belum berhenti sampai di sana. Dalam satu kesempatan, ia membunuh salah satu korbannya dengan cara memasukkan korban ke dalam mesin penggilas daging. Sesudah itu, Gary akan mengambil serpihan tubuh korban yang sudah hancur dan kemudian memaksa korban lain yang masih hidup untuk memakan serpihan daging tadi.

Sepak terjang Gary pada akhirnya tidak terlanjut setelah salah satu korbannya berhasil memperdaya Gary. Ia meminta kepada Gary supaya dirinya dilepaskan sejenak agar bisa menghubungi keluarganya dan menghilangkan kecurigaan keluarganya. Namun begitu berhasil dibebaskan, korban langsung menghubungi 911 dan meminta supaya dirinya diselamatkan.

Petugas yang tiba di lokasi langsung meringkus Gary dan membebaskan korban yang masih hidup. Atas perbuatan kejinya ini, Gary dijatuhi vonis hukuman mati dan dieksekusi pada tahun 1999.

3. Dimasak Untuk Dimakan Sendiri

Albert Fish
Albert Fish via socialup.it

Ada beberapa kasus pembunuhan berantai di mana korbannya juga memiliki perilaku kanibal. Namun dari sekian banyak pembunuh sekaligus kanibal yang sudah diketahui, mungkin tidak ada pembunuh berantai dengan perilaku semengerikan Albert Fish. Albert Fish adalah pembunuh berantai sekaligus kanibal asal AS yang mengincar anak-anak sebagai korbannya. 

Ada 3 korban pembunuhan Albert yang sudah diketahui dan mereka semua usianya masih di bawah 11 tahun. Namun jumlah asli korban pembunuhan Albert diperkirakan jauh lebih tinggi karena ia mengaku memiliki ambisi melakukan penculikan dan pembunuhan di setiap negara bagian AS. 

Selain memiliki sifat kanibal dan haus darah, Albert juga memiliki sifat masokis (gemar menyiksa diri) karena Albert diketahui kerap menusuk-nusuk pinggangnya sendiri dengan memakai jarum.

Grace Budd yang baru berusia 10 tahun adalah salah satu korban pembunuhan Albert. Menurut pengakuan Albert dalam surat yang ia kirimkan kepada orang tua Grace, ia membunuh dan kemudian memotong-motong mayat Grace. Sesudah itu, ia memasak mayat Grace dan memakannya. Albert juga menyombongkan diri dengan menulis kalau ia hanya memerlukan waktu 9 hari untuk menyantap habis daging Grace.

Namun sikap arogan Albert tersebut pada akhirnya menjadi senjata makan tuan. Albert tidak sadar kalau amplop yang ia gunakan untuk mengirimkan surat kepada orang tua Grace ternyata dihiasi dengan alamat tempat tinggalnya di New York.

Polisi pun langsung bergegas menelusuri alamat tersebut dan berhasil menangkap Albert. Di hadapan polisi, Albert sama sekali tidak berusaha menyembunyikan aksi pembunuhan yang dilakukannya. Albert pun dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi dengan cara disetrum memakai kursi listrik pada tahun 1936.

4. Dijadikan Perabotan

Ed Gein
Ed Gein via akurat.co

Ed Gein adalah nama yang cukup terkenal jika membicarakan soal sosok pembunuh berantai asal AS. Sebabnya adalah selain melakukan pembunuhan berantai, ia diketahui juga mengubah mayat korbannya menjadi perabotan. Kisah hidup Ed yang angker tersebut lantas menjadi sumber inspirasi bagi film-film bertema pembunuhan berantai seperti Psycho, The Silence of the Lambs, hingga The Texas Chainsaw Massacre.

Kisah angker terkait Ed Gein memiliki latar belakang yang agak menyentuh karena ia mulai terjerumus ke dalam gelapnya dunia pembunuhan berantai setelah ibunya meninggal dunia pada tahun 1945. 

Usai ditinggal mati ibunya, Ed yang hidup menyendiri di ladang terpencil merasa kalau ia sudah kehilangan satu-satunya wanita yang mencintai dirinya. Maka, ia pun kemudian pergi ke pemakaman dan secara diam-diam mengambil mayat-mayat perempuan yang ada di sana untuk menemani dirinya. Ed juga melakukan pembunuhan kepada setidaknya 2 orang wanita.

Sepak terjang Ed akhirnya terhenti setelah polisi tiba di kediaman Ed karena sedang mencari informasi terkait orang hilang. Namun apa yang ditemukan oleh polisi di dalam rumah Ed sungguh mengejutkan. Di dalamnya, polisi menemukan mayat yang sudah terpotong-potong, organ tubuh dalam toples, topeng kulit manusia, dan tengkorak yang dipasang pada sudut ranjang.

Karena Ed dianggap menderita gangguan jiwa, Ed kemudian ditempatkan dalam rumah sakit jiwa. Ia meninggal pada tahun 1984 di rumah sakit jiwa tersebut dalam usia 77 tahun. Seolah mendapat karma karena sudah mengusik mayat orang lain, batu nisan tempat Ed dimakamkan sempat dicuri orang pada tahun 2000.

Sumber :

Top 10 Gruesome Ways Serial Killers Disposed Of Their Victims

https://en.wikipedia.org/wiki/Ed_Gein

anehtapinyatadotnet

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

facebook comments:

Leave a Reply