HeadlineInternationalMiddle East

Bentrokan di Suriah Tewaskan Lebih dari 200 Orang

DAMASKUS – Para aktivis melaporkan, bentrokan terakhir yang terjadi antara pasukan pemerintah dan pemberontak menewaskan lebih dari 200 jiwa dan menyebabkan ratusan lainnya terluka di Kota Homs, Suriah.

ngulik_news_damaskus

Sekira 140 jiwa di antaranya ditemukan tewas di wilayah Khaldiyeh. “Ini adalah serangan terburuk sejak awal demonstrasi anti-Assad digelar pada Maret tahun lalu,” ujar pengamat dari komisi pemantau hak asasi manusia yang berpusat di London, Rami Abdul Rahman seperti dikutip Associated Press, Sabtu, (4/2/2012).

Sebelumnya, Jumat 3 Februari kemarin, insiden mematikan juga terjadi di antara pasukan pemerintah dan pemberontak di pinggiran Kota Damaskus dan di bagian selatan negara itu. Bentrokan ini menewaskan 23 jiwa termasuk di antaranya sembilan pasukan pemerintah.

Serangan di Kota Homs ini terjadi ketika pada saat yang bersamaan Dewan Keamanan PBB tengah menyiapkan sebuah rancangan resolusi bagi Suriah.

Resolusi ini ditujukan untuk mendesak Presiden Assad menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya guna menghentikan kekerasan di negara itu.

AS sendiri dilaporkan tidak akan mengambil upaya militer apapun terkait krisis Suriah. Namun AS menegaskan, pihaknya mendukung inisiatif negara-negara Liga Arab yang menyerukan Presiden Assad mundur dari jabatannya.

Berbeda dengan Barat, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov menegaskan, Moskow tidak akan mendukung resolusi apapun yang ditujukan ke Suriah.

“Rusia optimis, kesepakatan damai akan tercapai,” imbuhnya.

Meningkatnya aksi pemberontakan telah membuat Presiden Assad melakukan serangan intensif di beberapa wilayah yang menjadi basis pemberontakan.

Hingga saat ini jumlah korban tewas belum dapat dikonfirmasi secara pasti, karena Pemerintah Suriah membatasi aktivitas media asing selama pemberontakan terjadi pada Maret tahun lalu.

Menurut data PBB, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 5 ribu jiwa. Sementara itu pihak oposisi mengklaim korban tewas jauh melampaui angka 7 ribu jiwa.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button