AmericaHeadlineInternational

52 Foto Osama Bin Laden Didesak untuk Dirilis

WASHINGTON – Sekelompok aktivis Amerika Serikat (AS) menuntut dirilisnya foto kematian dari Osama bin Laden. Namun pihak Gedung Putih bersikeras foto-foto ini seharusnya tidak disebarluaskan ke publik.

ngulik_news_osama_bin_laden

Aktivis dari kelompok Judicial Watch mengeluarkan tuntutan tersebut pada pekan lalu. Namun pihak Kementerian Kehakiman AS bersikeras bahwa 52 data foto Bin Laden itu dikecualikan dari Undang-Undang Kebebasan Informasi AS.

Menurut ABC News, 52 foto Osama bin Laden yang disimpan Dinas Intelijen (CIA) ini bisa membuat mual bagi siapa pun yang melihatnya.

“Foto itu menampilkan luka fatal bekas tembakan pada kepala Osama bin Laden, dan beberapa foto mengerikan lainnya,” jelas ABC News, Rabu (1/2/2012).

Tetapi mantan Direktur Departemen Informasi dan Pembajakan Dan Metcalfe menilai ada beberapa foto yang sebenarnya memang dapat dirilis oleh pemerintah.

“Ada beberapa foto yang memang dapat mengancam keamanan nasional yang tidak boleh dirilis. Tetapi ada pula foto atau mungkin video yang bisa dianggap tidak mengancam keamanan nasional dan kemungkinan dapat dirilis,” ujar Metcalfe.

Sementara Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, bahwa Presiden Barack Obama tidak akan membiarkan dirilisnya foto tewasnya Osama bin Laden. Menurut Carney, keputusan Presiden Obama itu tidak diubahnya hingga saat ini.

Bila memang data-data foto ini pada akhirnya dibuka, bukan tidak mungkin bila foto dari otopsi Osama bin Laden bisa pula dibebaskan.

CIA sendiri menilai bila foto-foto ini dirilis tentunya dapat memicu kekerasan, serangan ataupun aksi balas dendam terhadap Amerika. Memang pengikut dari Bin Laden hingga saat ini masih banyak serta berita mengenai kematiannya, sempat menimbulkan bahwa aksi balas dendam akan terjadi.

Osama bin Laden tewas di tangan pasukan Angkatan Laut AS (NAVY Seals) pada 2 Mei lalu di tempat persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan. Pihak AS mengaku jasadnya dikuburkan secara Islam di laut.

Penguburan di laut itu dilakukan agar para pengikutnya tidak menjadikannya simbol, bila dilakukan pemakaman di darat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button